Minggu, 04 April 2010


Bupati Bima digoyang Wanita Simpanan

Kasus skandal seks yang diduga melibatkan Bupati Bima buat geger warga Nusa Tenggara Barat (NTB). Seorang wanita yang mengaku simpanan bupati Bima.

Kemunculan seorang wanita bersama anaknya yang mengaku sebagai wanita simpanan Bupati Bima dan mempunyai darah daging hasil perbuatanya dengan Bupati Bima. Putera mahkota Kesultanan Bima, Ferry Zulkarnain membuat warga dan kalangan istana Bima geger.

Diana Loli Emakulata (40) dan Pegie Ferdiansyah Mei Putra (19) tiba-tiba muncul setelah menghilang selama 19 tahun lalu. Diana Loli Emakulata atau biasa di sapa Ata ini mengaku selama ini dirinya dipaksa menghilang untuk menjaga nama baik Ferry Zulkarnain. ( Foto Ilustrasi )

Selama 19 tahun lamanya Ata bersama Ferdiansyah, selalu berpindah-pindah tempat tinggal antara Kupang, Jakarta dan Bima. Untuk menghidupi anaknya, Ata harus bekerja sebagai anggota polisi pamong praja honorer di kota Bima.

Menurut Ferdiansyah, meski dirinya merupakan anak bupati Bima dan putera mahkota Kesultanan Bima, namun untuk biaya sekolah, ibunya kerap tidak mampu membayar hingga harus menggunakan surat keterangan miskin agar bisa dibebaskan dari biaya pendidikan.

“ Yang kasih nama bapaknya dia Fery, Ferdiansyah Mei Putra, artinya Fery Diana anaknya yang lahir bulan Mei,”jelas Ata yang mengenang masa manis bersama sang Bupati.

Namun karena dirinya bukan dari kalangan darah biru, Ata dan Ferdiansyah hanya bisa tinggal di pendopo selama empat bulan, setelah itu Ata dan Ferdiansyah diasingkan hingga ke Kupang dan ke Jakarta, tanpa dikirimi biaya sama sekali oleh Ferry Zulkarnain.

Kini setelah 19 tahun menunggu kepastian status dirinya dan anaknya, Ata kembali ke Bima dan berencana akan mengadukan perlakukan Ferry Zulkarnain ke Komnas HAM, Komnas Anak dan Mendagri. “Kalau perlu tes DNA terhadap anaknya pasti saya lakukan dan saya berani karena demi kebenaran semata,”katanya.B

Bupati Bima tidak bersedia di konfirmasi dengan alasan sedang ada di luar kota Bima. Namun beberapa sumber menyebutkan kalau isu tersebut dihembus karena ada kalangan dalam istana Kesultanan Bima yang mengincar jabatan putera mahkota Bima."Ada yang sengaja menghembuskan isu itu dan yang memanfaatkannya,"jelas sumber.

0 comments:

Poskan Komentar