Sabtu, 02 April 2011

DESTILASI BIASA (LAPORAN PRATIKUM)

ABSTRAK



Prinsip pada destilasi biasa adalah pemisahan dua zat atau lebih yang mempunyai perbedaan titik didih. Jika zat-zat yang dipisahkan mempunyai perbedaan titik didih yang jauh berbeda, dapat digunakan metode isolasi biasa. Zat yang memiliki titik didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik didih tinggi. Uap zat yang bersifat volatil dan memiliki titik didih yang rendah akan masuk ke dalam pipa pada kondensator (terjadi proses pendinginan) sehingga akan turun berupa tetesan-tetesan yang turun ke dalam penampung  atau disebut juga destilat. Dalam hal ini alkohol yakni etanol dan methanol yang masing-masingnya dicampur dengan air, akan terdestilasi dahulu. Alat yang dipergunakan pada percobaan ini adalah seperangkat alat destilasi biasa dengan pendingin Liebig, corong dan gelas ukur.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Prinsip pemisahan campuran yang melewati dua fase, yakni gas menjadi fase cair dinamakan dengan proses destilasi. Perbedaan titik didih dan tekanan uap membuat kedua campuran ini berpisah. Semakin tinggi tekanan uap maka titik didih cairan tersebut semakin tinggi. Penguapan dipengaruhi oleh titik cairan tersebut. Cairan yang memiliki titik didih teredah, maka lebih cepat untuk mendidih.
Destilasi memiliki prinsip kerja utama dimana terjadi pemanasan dan salah satu komponen campurannya akan menguap setelah mencapai titik didihnya, yang paling dahulu menguap merupakan yang bersifat volatil atau mudah menguap. Uap tersebut akan masuk ke dalam pipa pada kondensor (terjadi proses pendinginan) sehingga terjadi tetesan yang turun ke Erlenmeyer yang disebut juga destilat.
Destilasi umumnya bisa diaplikasi bila zat yang akan dipisahkan memiliki perbedaan yang jauh. Pengguaan batu didih adalah untuk menghilangkan gelembung pada saat pemanasan.

1.2 Tujuan Percobaan
               Tujuan dari percobaan yang berjudul Destilasi Biasa adalah mengetahui prinsip-prinsip destilasi.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

               Banyak senyawa organic yang sebenarnya dapat dimurnikan dengan berbagai cara diantaranya dengan destilasi, sublimasi atau ekstraksi. Destilasi adalah pemisahan campuran cairan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Sublimasi merupakan pemisahan campuran zat padat berdasakan tingginya kekekalan uap masing-masing zat di bawah temperature titik leburnya ( Anonymous, 2005 ).
               Destilasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk memisahkan dan memurnikan cairan. Destilasi terdiri dari pmanasan cairan sampai pada titik didihnya, penghantaran uap pada alat pendingin dimana terjadi kondensasi dan mengambil zat yang telah terkondensasi ( Harold, 1999 ).
               Tinjaulah pemisahan dari sikloheksana dan toluene. Ketika di destilasi dalam alat destilasi sederhana, pencampuran dari dua cairan ini mulai mengalami pemisahan seberapa mana di atastitik didih dari sikloheksana dan berhenti mengalami destilasi seberapa mana di bawah titik didih dari toluene seluruh bagian dari destilasi tercampur dan sedikit pemisahan dari dua komponen didapat. Pemisahan dapat lebih baik didapatkan dengan mendestilasi ulang dari tiap bagian. Jika pendestilasian ulang diulang sesering mungkin, dua komponen dari pencampuran akan terpisah secara perlahan ( Louis, 1979 ).


BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan
Bahan yang digunakan adalah :
§         Methanol dengan air
§         Methanol dengan etanol
Alat yang digunakan adalah :
§         Seperangkat alat destilasi biasa mnggunakan pendingin Liebig
§         Corong
§         Gelas ukur
3.2 Konstanta fisik
      Konstanta fisik terdapat pada lampiran.
           
3.3 Cara Kerja
Adapun cara kerja dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
  1. Dirangkai alat destilasi biasa
  2. Dimasukkan campuran pelarut etanol / air atau methanol / air dengan perbandingan 1:1
  3. Dimasukkan beberapa butir batu didih
  4. Dipanaskan  pada temperature 70-80 ºC sampai filtrat habis ( amati pada kondensor Liebig)
  5. Ditentukan filtrat yang diperoleh
  6. Ditentukan persentase hasil yang diperoleh
  
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatan
Dari percobaan tersebut diperoleh hasil pengamatan :
û       Pada destilasi etanol dengan air ( 25 ml etanol+25 ml air ).
Suhu pada tetesan pertama adalah 83oC.Volume etanol hasil destilasi (destilat) adalah 16,5 ml
û       Pada destilasi methanol dengan air ( 25 ml methanol+25 ml air ).
Suhu pada tetesan pertama adalah 77oC.Volume methanol hasil destilasi (destilat) adalah 17,15 ml

4.2 Pembahasan
Destilasi merupakan pemisahan campuran yang melewati dua fase, yaitu gas menjadi fase air. Destilasi merupakan proses pemisahn campuran berdasarkan perbedaan titik didih. Titik didih pada zat dalam campuran yang lebih rendah akan lebih cepat terdestilasi. Pada percobaan yang telah dilakukan etanol dan methanol lebih cepat terbentuk destilat, karena etanol dan methanol bertitik didih lebih rendah dari titik didih air.
               Teknik-teknik pemisahan ada beberapa cara :
  • Ekstraksi, yaitu proses pengambilan ekstrak/sari.
  • Evaporasi, yaitu proses penguapan untuk memisahkan campuran.
  • Sublimasi, yaitu pemisahan campuran dengan prinsip perbedaan fasa padat dan gas.
  • Kromatografi, yaitu pemisahan berdasarkan perbedaan warna yang dihasilkan.
Prinsip Kerja Alat Destilasi :
Campuran etanol dan air dicampurkan dalam labu destilasi, lalu didesstilasikan  dengan memanaskan campuran tersebut dengan hot plate. Uap yang dihasilkan adalah uap hasil dari zat yang bertitik didih rendah, dalam hal ini adalah methanol dan etanol pada kedua percobaan..
Uap tersebut nantinya akan diembunkan dengan bantuan kondensor yang berfungsi sebagai pendingi uap. Cairan tersebut nantinya akan menetes ke dalam labu elenmeyer.
Proses aliran air pada elenmeyer harus dari bawah (tempat rendah) menuju atas (tempat tinggi) agar uap yang dihasilkan dapat didinginkan dengan baik dan optimal serta melawan arah datangnya uap agar proses penyubliman berlangsung maksimal dan destilat yang dihasilkan lebih murni.
Batu didih digunakan pada campuran yang dipanaskan. Batu didih berfungsi sebagai pencegah letupan-letupan yang terjadi dan pendistribusi kalor.
Dari hasil data pengamatan, dapat dihitung persentase destilat



% Etanol = vol Etanol yang diperoleh x 100%
                          _____________                        
                           vol Etanol + air


% Etanol = 16,5 ml x 100% = 33%
           ______________________                   
                      50 ml
Sedangkan
% Metanol = 17,5 ml x 100% = 34,3%
        ___________        
         50 ml
Destilat yang terbentuk tidak mencapai angka 100%. Jadi, destilat yang dilakukan kurang akurat. Hal ini bias disebabkan oleh campuran yang telah lebih dahulu menguap sebelum terdestilasi. Karena alcohol bersifat volatile (mudah menguap). Ataupun belum menguapnya seluruh alcohol, karena belum mencapai nilai ekstrim dari titik didih alcohol.
Titik didih pertama pada methanol pada percobaan adalah 77oC sedangkan pada literature 64,7oC.
               Titik didih pertama etanol pada percobaan 83oC sedangkan pada literature 78,44oC.

BAB V
KESIMPULAN

Kesimpulan dari praktikum ini adalah destrilasi merupakan proses pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih campuran. Pada percobaan ini titik didih menentukan kecepatan terbentuknya destilat. Zat yang memiliki titik didih rendah akan cepat terdestilasi daripada zat yang bertitik didih tinggi. Dalam hal ini alcohol yakni etanol dan methanol yang masing-masingnya dicampur dengan air, akan terdestilasi dahulu. Karena titik didih etanol 78,44oC dan methanol 64,7oC lebih rendah dari titik didih air (100oC), maka destilasi yang dahulu terbentuk adalah alcohol.
Suhu tetes pertama  pada methanol yang didapat pada percobaan adalah 77oC, sedangkan etanol 83oC.
  
DAFTAR PUSTAKA

Hart,Harold. 1999.ORGANIC CHEMISTRY. Haughton Mifflin Company : New
               York.
Louis F,Fieser. 1979. ORGANIC EXPERIMENT. O. C. Heath and Company :
               Toronto.

0 comments:

Poskan Komentar