Sabtu, 02 April 2011

PENAMAAN SENYAWA POLIATOM, ASAM DAN BASA

Senyawa poliatom
Senyawa poliatom merupakan senyawa yang dibentuk dari ion poliatomik. Pada ion poliatomik, dua atau lebih aom-atom bergabung bersama-sama dengan ikatan kovalen. Penamaan senyawa poliatom ini adalah dengan cara mengurutkan nama kation dan anionnya.
Contoh:
NaCN : natrium sianida
CaCO3 : kalsium karbonat
K2SO4 : kalium sulfat
NH4Cl : ammonium klorida

Senyawa asam
Ahli kimia mempunyai beberapa cara untuk mendefinisikan senyawa sebagai suatu asam. Menurut Arrhenius istilah senyawa asam sebagai zat yang menghasilkan ion hidrogen (H+) ketika dilarutkan ke dalam air. Senyawa asam biner merupakan senyawa gabungan H dengan atom-atom nonlogam lainnya. Adapun penamaan senyawa asam biner adalah:
a. Unsur hidrogen diikuti dengan nama unsur + ida, atau
b. Awalan asam diikuti nama unsur + ida, atau
c. Awalan asam diikuti dengan nama unsur dengan awalan ”hidro” dan akhiran ”ida”.
Contoh:
HF : asam fluorida
HCl : asam klorida
HBr : asam bromida

Senyawa basa


Menurut Arrhenius basa adalah zat yang dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-) jika dilarutkan dalam air. Senyawa basa merupakan senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH- kecuali (NH4OH). Adapun penamaan senyawa basa adalah: nama logam + hidroksida
Contoh:
LiOH : litium hidroksida
NaOH : natrium hidroksida
Ca(OH)2 : kalsium hidroksida

0 comments:

Poskan Komentar